Halaman

Tampilkan postingan dengan label #bumibiru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #bumibiru. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Juli 2014

Selamat satu tahun Bumi



Setahun yang lalu kamu lahir dari ketiadaan. Menjadi bagian dari napas kami berdua. Lalu dengan kurang ajarnya menjadi segalanya bagi kami. Menjadi bagian dari niat setiap laku kami.

Ketika kau hadir, semua doa tercurah seperti hujan turun dari angkasa. Aku belum tahu harus memberimu harapan apa lagi, rasanya kau hadir dan tumbuh melewati semua ekspektasi kami. Kamu adalah mengejawantahnya cinta, kamu adalah krisna kecil yang merangkum jagad raya kami.

Aku tidak akan mengulangi harapan yang kami sematkan di nama-mu kali ini. Di waktu yang ini aku hanya ingin sedikit mencatat betapa aku behagia menggendong-mu keluar menikmati gelap sekedar membeli minuman di seberang lapangan. Lalu kau akan terlelap saat kita kembali melewati gang kecil di samping masjid itu. Aku berjalan sambil menatap wajahmu, dan rindu purba yang ajaib lantas menjelma diraja, rindu saat kelak kau jauh menyusuri jalanmu sendiri. Rindu yang hadir terlampau dini di bayang-bayang awan gelap dan purnama yang malu.

Selamat ulang tahun Bumi Biru Kelana. Aku memeluk raga dan jiwa-mu, dan masih belajar keras memahami bahwa kau bukan milik kami.

~dari piu yang rindu

Jumat, 09 Agustus 2013

When baby do not want to sleep

Hey buddy, it is not easy to understand what do you want. We definitely have different language, I'm sorry I can not always interpret your wish perfectly, but it is the art of new father and his son bonding for sure :)

I don't mind your thunder cry, it is music in my ear, but if you don't mind, please give my beloved wife- your mom a little break in between, we have to make her happy always, so she can produce right milk composition in the right amount of it for you :)

You know buddy, you really are miracle. The way you cry, din't let us sleep too well, and play fun with our feeling, ah you are the astonishing creature and we think that we are blessed with a thousand gift from the man above.

Buddy, when I look into your bottomless eyes, I only can say that; Thank you for come :)

Selasa, 30 Juli 2013

Bumi kecil, menangislah yang keras

Malam ini aku jauh nya beberapa ratus kilometer dari mu. Kabar tangismu sampai, lewat facetime dapat kulihat wajah kecil dan suara tangis itu terdengar di sini, kencang serupa badai :). Ah... Rasanya mau segera ke sana, menimangmu hingga lelap di dekapanku.

Menangislah yang keras Bumi ku, bersama itu teguhkan hatimu. Kelak acungkan tinjumu lurus menuju matahari dan genggam jalan langit dengan tekadmu.

Cium sayang Piu untuk Bumi Biru :)

Miu yang sabar ya, terimakasih untuk tidur yang terpotong dan mimpi yang mungkin akan jarang datang satu-dua tahun ini. Peluk
 >--(•__•)--<

Sabtu, 20 Juli 2013

Menunggu #2

Kemudian saat itu tiba. Jerit kesakitan berulang kali keluar dari bibir kekasihku, peluhnya membasahi seluruh tubuh seperti nil membanjiri dataran mesir. Pada tubir maut dengan sakit yang tak mampu kubayangkan, digenggamnya tanganku, dibisikannya namaku, jika tak diberi kuasa melewati ini supaya kujaga apa yang ditinggalkannya dengan pertaruhan hidup ini. Aku tersenyum, menghentikannya bicara, meyakinkan dia dan diriku sendiri agar kuat melewati jembatan ini, bahagia itu di sana sudah sedemikian dekat luar biasa dengan kami.

Akhirnya tangis sang bayi menggema, seketika kaki yang telah berkelana ke pelosok-pelosok negeri ini kehilangan tenaga. Aku terduduk mengucap syukur, menyeka bahagia yang tumpah di sudut mata, kulihat kekasihku terbaring di sana, senyumnya lemah namun wajahnya lega, kulihat anak kami di sana, tangisnya hebat menyambut atmosfer di luar tubuh ibunya, kulitnya merah, tangannya menggapai-gapai udara, aku berdoa agar kelak tangan itu bisa menyentuh langit biru di atas sana.

Bahagiaku?? Jangan kau tanya lagi, aku belum pernah selega dan sebahagia ini. Selamat datang Bumi Biru Kelana, tumbuhlah bersama kami, kelak berjalanlah ke segala penjuru, jatuh cintalah, belajarlah dari kesalahanmu, gali kebijaksanaanmu hingga sedalam samudera dan beranganlah setinggi langit yang biru, jangan lupa untuk memastikan agar hatimu selalu mengakar di bumi.

Rabu, 10 Juli 2013

Menunggu #1

Gedung ini bersinar kuning di pedar lampu-lampu nya. Kami terkungkung menunggu sedari tadi. Harap dan cemas silih berganti. Ah, mungkin begini yang dirasa orang tua kami hampir 30 tahun yang lalu.

Aku keluar sejenak, menyesap tembakau menenang kan diri. Teringat parkir ITB di tahun terakhir kuliah sarjana kami. Teringat pangandaran dan karang-karang tajam batu hiu, lalu teringat istana kana gedung tempat saya berucap sumpah, tidak lupa gili trawangan dan hotel sederhana itu. Semuanya melintas, saya tersenyum mengingatnya. Entah apa yang ada di pikiran kekasih saya saat ini, tentu dia lebih gelisah dibandingkan saya. Tenanglah sayang, tersenyumlah... Dia yang kita tunggu akan segera tiba :)