Halaman

Tampilkan postingan dengan label Books. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Books. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 29 Februari 2020

Sirkus Pohon by: Andrea Hirata

Saat #bumibiru dan miu sudah pulas, saya putuskan menyelesaikan buku ini. Perlu beberapa jam hingga tuntas ke halaman terakhir. Saya bangkit, mengambil gambar ini sambil mengutuk; KEPARAT kamu Andrea! 

Setelah laskar pelangi yang itu, padang bulan dan cinta dalam gelas bagi saya melewati edensor, tapi belum melampaui master piece nya tersebut, tapi Sirkus Pohon ini bagi saya binatang yang berbeda! Bahkan enggan rasanya membandingkannya dengan laskar pelangi. The Night Circus nya Erin Morgenstern adalah fantasi mistis tentang rombongan sirkus yang paling saya suka sejauh ini, tapi sirkus pohon terasa lebih hidup dengan cara yang berbeda.

Buku ini membuat saya melihat Andrea Hirata kembali sebagai seorang jenius. Tidak semua orang suka orang jenius...  Damar dan orang-orang yang sepakat dengannya sempat tidak suka dengan klaim Andrea, Nazi juga menawarkan hadiah untuk kepala Einsteins hehehe ah sudahlah, penulis dan karya bagi saya harus dipandang terpisah walaupun sulit 😂😂

Kembali ke Sirkus Pohon, setting kehidupan perkampungan Melayu masih menjadi amunisi penulisnya, tapi permainan kata sedikit berbeda di sini bila dibanding karya-karya dia yang pernah saya baca sebelumnya. Pantun duo kakak-adik Ipar saat menghibur Dinda sangat cantik sekali di kepala saya. Kesan sinis yang jenaka, kegigihan-kegigihan tak berlogika, atau kejadian-kejadian misterius di dalam rangkaian kisah, berpilin kocak, tapi sistemik hingga ke penyudahan.

Tentu saya suka permainan asmara antara sobri the “Hob” dan adinda yang serius serta Tara dan Tegar yang lebih muda dan manis, tapi tidak ada tokoh di dalam kisah ini yang lebih memukau saya selain Trapoli si gorong-gorong “licik” itu.

Apakah Andrea sdg menceritakan metafora politik? Atau berasyik-masyuk dengan kenangan-kenangan budaya? Atau mungkin sekedar menulis imajinasi-imajinasi di kepala? Hanya dia dan tuhan yang tahu, saya tdk tertarik mengetahui itu lebih jauh. Yg sy tahu, dia (sekali lagi) KEPARAT! Buku ini menyenangkan dengan cara yang keterlaluan, membuat mu sedih, lalu tetiba merasa kocak dan jenaka.

Sudah mau subuh, rasanya saya akan tidur dengan bahagia sambil menyumpahi Andrea Hirata lagi wkwkwk selamat minggu!

Senin, 12 Oktober 2015

Animal farm by george orwell

Saya terkagum-kagum membaca karya orwell yang ini. Alegori politik nya luar biasa, tapi tidak menjadikan buku ini megah. Lirik om tardjo adalah perkenalan pertama saya dengan kisah pemberontakan hewan yang dipimpin bangsa babi ini.

Sekali lagi, dengan tidak malu-malu saya memuji keterbukaan orwell dalam buku ini. Kritik-nya tajam, satire nya pedas, tapi tetap tidak menjadikan buku ini kitab yang tebal dan berat secara makna ataupun harfiah.

Alegori politik yang jujur, terbuka, dalam kiasan sederhana. Kesederhanaan adalah kunci yang menarik bagi saya. Saya memuja sang mayor tua, saya memuja Clover sang kuda, saya ikut membenci Napoleon sang babi. Orwell menawarkan duka dalam patriotisme yang sia-sia. Orwell memaparkan paradox dalam janji-janji semu retorika para "babi". Orwell menyajikan sifat dasar binatang dalam diri manusia ketika berhadapan dengan piring-piring kekuasaan. 

Kesederhanaan pemaparan Orwell dalam kisah ini mau tidak mau mengingatkan saya pada "Kappa" karya Akutagawa yang megah dan gemilang dalam kesederhanaannya.

Jika zarathusra-nya Nietzche terlalu berat bagimu, atau republik karya plato membuat kepalamu sakit, maka "animal farm" adalah makanan yang baik untuk mengajari jiwamu betapa "babi-babi" hidup sedemikian dekat dengan kita :D

Membaca karya ini membuat saya bertanya-tanya... Apa saja yang selama ini telah saya baca??

Oke, akan saya tutup dengan karakter favorit saya dalam kisah ini. Si keledai tua benjamin!!

Senin, 13 Januari 2014

Azazel by youssef ziedan



Entah apa yang ada dalam pikiran Ziedan, yang jelas selaku pembaca yang mengenal baik kredo ke-imanan kristen ortodok serta konsep trinitas-nya, saya merasa cukup terusik. Ya, saya akan mengakui dengan segala kegilaan-nya novel ini akan sangat mengganggu, dan dia berhasil dengan itu.

Ziedan seperti menertawakan konsep pengejawantahan tuhan menjadi tunggal dalam diri al-masih melalui si rahib Hypa yang malang beserta kawan nya Nestor. Tapi katakter yang terang-terangan tertawa tentu Oktavia, si pembantu penyembah berhala dari alexandria.

Ini hanya sebuah resensi atas karya ziedan, karena itu saya tidak akan membahas kebenaran konsep atau pendapat saya mengenai pemikiran Hypa sang tokoh utama.

Karakter Hypa sebagai narator nyaris tidak terasa selain penderitaan-nya, tapi tidak demikian karakter lain, oktavia yang binal, hypatia yang terpelajar, atau martha sang kekasih yang merindu tergambarkan dengan luar biasa. Kau seolah dapat merasakan betapa oktavia adalah perempuan yang kritis atas agama orang lain, atau betapa brilian dan tegas nya Nestor sang uskup konstatinopel lewat penggambaran serta dialog Hypa.

Azazil bagaimanapun dimunculkan dalam diri Hypa. Ziedan menurut saya dengan sangat halus berhasil menyatukan Azazil dan Hypa dengan baik.

Novel ini ditulis dengan pengetahuan sejarah yang baik. Semua peristiwa yang menjadi latar belakangnya tersusun dalam sekuen yang rapi.

Kalau saya kritikus, mungkin saya akan mengkritik bagian akhir buku ini. Ziedan menurut saya terjebak dalam jalinan kisah Hypa dan Martha. Kisah yang digadang-gadangkan menjadi beban berat Hypa ternyata tidaklah semegah jatuhnya Nestor, tewas nya Oktavia, penjagalan hypatia, atau kenangan suram masa kecil nya.

Ada banyak keberanian, kau akan sangat sedikit mendengar novel yang menuliskan injil barnabas, versi terlarang itu di dalam-nya.

Latar belakang yang sempurna, kisah sang rahib bisa menjadi teman perenungan yang baik, tapi jangan berharap anti klimaks sekelas Hemingway. Jonathan stroud saja akan menulis penutup yang jauh lebih bagus untuk kisah nya!

Selasa, 07 Januari 2014

KAPPA by Ryunosuke Akutagawa



Ya, ini karya sang maestro di dekat-dekat bunuh diri nya yang hampa. Saat ia diserang halusinasi dan mimpi-mimpi.

Kisah seorang manusia yang tersesat di dunia para kappa, makhluk mitos jepang yang bentuknya seperti manusia katak berparuh dengan lubang berisi air di kepalanya.

Kappa ditulis dengan satire yang sangat kentara. Dia mengusik dan menyentil banyak kejanggalan sosial yang lazim di Jepang pada masa itu. Seperti dikutip dari ryunosuke sendiri ; " kappa lahir dari kemuakan saya denga banyak hal- khususnya dengan diri saya sendiri".

Konsep kelahiran bayi kappa yang bisa memilih untuk lahir atau tidak, kanibalisme yang dilazimkan dalam dunia kappa, keagamaan, kematian, hubungan jantan-betina, konsep penciptaan ah... Kau akan menemukan begitu banyak keajaiban dalam dunia yang diciptakan oleh Ryunosuke.

Para feminis bisa jadi merah membaca hubungan jantan-betina yang menyindir mereka habis-habisan. Soe hok gie akan merubah puisinya bahwa yang paling berutung bukan mereka yang mati muda, tapi mereka yang bisa memilih untuk lahir atau tidak. Atau kau sendiri mungkin akan mengajukan kembali banyak pertanyaan pada apa-apa yang kau yakini.

Pilihan kalimat dalam novel pendek ini tidak berbunga-bunga, mendekati tidak indah malah, deskripsi yang detail dalam narasi yang sederhana. Karakter juga dikesankan sangat sederhana. Tapi kekuatan dari kisah ini ada dalam jalinan secara keseluruhan, konsep-konsep agung dijejalkan dalam kepadatan yang luar biasa tanpa harus menjadikan nya megah.

Sedikitnya referensi sastra jepang yg saya baca membuat saya agak sungkan menulis resensi ini. Saya tidak dapat menemukan perbandingan yang tepat. Ziedan atau Dan Brown di masa sekarang Yang hidup jauh dari kultur jepang juga menjejali konsep-konsep kemanusiaan luar biasa dalam karya-karya mereka, menjadikannya buku-buku tebal dengan kisah-kisah agung yang besar. Kappa tidak menjadi demikian, dia tetap bersahaja dalam keagungannya.

Ada banyak materi filosofis dalam karya ini. Ada Nietszche sang orang suci yang mencari keselamatan dalam superman yang ia ciptakan sendiri. Ada Wagner, bahkan Tolstoy yang juga tidak luput dikomentari dengan tajam oleh Ryunosuke.

Melalui Kappa saya pikir Ryunosuke bermain-main dengan alam pikirannya. Dia membolak-balik segala keyakinannya. Dia berada dalam kegamangan eksistensi-nya, dan dengan mudah karya ini mengguncang eksistensi pembacanya.

Kemudian dihalaman belakang buku terjemahan dalam bahasa indonesia ini penerbitnya mencantumkan kisah Ryunosuke sendiri yang tidak kalah menarik dengan fiksinya ini. Sebuah tambahan yang sangat berguna menurut saya.

Saya sudah mendekati akhir. Setelah menyelesaikan buku ini saya mencoba menanyakan pada diri saya sendiri pertanyaan yang kerap diajukan para kritikus tentang KAPPA ini; ... Apakah ini cerita anak-anak atau karya sosialis?

Sungguh, saya tidak tahu jawabannya, sama sekali saya tidak punya ide.

Yang jelas, saya mengagumi karya Ryunosuke ini dan layaklah Akutagawa prize yang bergengsi menggunakan nama-nya!

Senin, 16 Desember 2013

Think Big Act Small by Jason Jennings


Akhirnya saya menandaskan halaman-halaman pembuka dengan nomor-nomor kecil romawi hingga halaman 364 versi terhemahan ke dalam bahasa indonesia revisi ke-dua karya jennings ini.

Sederhana nya buku ini dibangun dengan hipotesis bahwa perusahaan dengan peningkatan keuntungan mencapai 10% atau lebih secara konsisten dalam 10 tahun pasti menyimpan kiat sukses yang layak digali.

Namun yang hebat, buku ini menyajikan rentetan fakta kuantitatif dan kualitatif yang tidak membosankan, karena setiap objek menjadi bernyawa dengan meng-ekspos personal dari pemimpin yang kemudian disandarkan berurut-urutan dengan fakta atau angka dari perusahaan yang dibahas.

Jenning menyajikan lagi apa yang ditulisnya 5 tahun ke belakang, dan menyajikan fakta yang mengagumkan tentang pertumbuhan yang terus konsisten 
Dalam rentang tersebut sama konsistennya dengan 10 tahun saat dia menulis edisi pertama. Seolah-olah sebagai ke-absahan dari hipotesisnya tentang berpikir besar dan bertindak kecil.

Jika kau mencari trik peluang bisnis atau ingin kisah-kisah heroik seperti keluarnya jobs dari apple atau betapa revolusionernya gates, hingga keberuntungan mark zuckerberg, mungkin ini bukan buku yg tepat. Buku ini lebih kepada kegigihan dan kemampuan untuk beradaptasi dalam pasar.

Sayangnya, hampir sampai di akhir, Jennings menurut saya Merusak keindahan format bagian sebelumnya yang "mengungkapkan" berubah menjadi seolah "menggurui". Mungkin dia lupa sedang menjadi penulis bukan Motivator di depan kelasnya :)

Riset yang panjang, fakta yang berjibun, tim yang kuat (lebih dari 100 orang katanya), ribuan transkrip wawancara, jelas sudah ini bukan karya main-main. Untuk kategori manajemen, saya ragu dalam waktu dekat akan ada penulis dengan stamina (dan sumber daya) sekuat Jennings, kecuali Mrs. Bauer juga akan menulis tentang bisnis? Ehehehe

Selasa, 19 November 2013

Padang Bulan - cinta di dalam gelas by andrea hirata

Dua cerita ini di muat bersisi-sisian. Ditulis saling berkebalikan dalam satu buku. Pengemasan yang unik, saya suka.

Kau tidak harus membaca quartet andrea hirata yang legendaris itu untuk menikmati buku ini. 

Mengambil setting kampung halaman nya secara penuh mengingatkan kita pada laskar pelangi.

Meskipun tokoh utama telah dewasa di sini, kecerian anak-anak seperti yang kau jumpai di laskar pelangi tetap kental dengan romansa yang hanya sedikit bertambah.

Dalam kisah yang ini bercerita tentang hal-hal yang saya sukai. Kopi, catur, detektif, cemburu ya hal-hal manis sedemikian yg disusun dengan penyampaian khas melayu andrea. Sederhana, menggelitik.

Selain tekad enong, tidak banyak bumbu pembakar semangat di sini. Pesan-pesan tersembunyi rapi dalam kisah yang mengalir halus. Nyaris tidak terdeteksi, sarkas yang sangat cantik menurut saya.

Kalau saya boleh menilai, dua kisah ini lebih baik dari edensor, namun belum memasuki level laskar pelangi, dan tidak seserius sang pemimpi.

Karakter dibangun dengan sangat kuat. Bahkan tokoh paling sedikit muncul seperti mapanga pun terasa memiliki karakter yang kuat, ini jelas kelebihan andrea sehingga kita boleh mengabaikan gaya bahasa nya yang sebenarnya begitu-begitu saja.

Sebagai penikmat, saya justru sangat ingin tahu apakah kelak andrea bisa hidup tanpa cerita dari belitong ini? Mungkin dia akan tertatih seperti Rowling saat mengakhiri harry potter dan menulis romansa?? Atau seperti ketika pidi berkolaborasi dengan happy salma menghasilkan karya yg buruk? (menurut saya setidaknya) Entahlah! Mari kita tunggu  :)

Tentang buku ini?? Indah, itu saja :D


Selasa, 23 Juli 2013

Eric chant dan korek api ajaib by: Diana Wynne Jones

Buku ini menyajikan kisah tentang Cat, gwendolen dan janet dalam dunia sihir. Sepertinya ditujukan untuk remaja, bahasanya terkesan datar dan mudah dicerna. Tidak ada permainan alur atau sudut pandang yang luar biasa seperti umumnya dijumpai oleh para penikmat fiksi sihir dalam karya jonathan Stroud.

Yang cukup menghibur adalah ide tentang korek api, meski terlihat seperti penyederhanaan hocrux dalam harry potter karya rowling bagi saya ide ini manis dan merepresentasikan ketentanan nyawa penyihir yang sangat hebat sekalipun :)


Nothing special but sure fun :)


Selasa, 04 Juni 2013

imperium by: Robert Harris

Ini sebuah novel, bagaimanapun dia melibatkan banyak peristiwa sejarah penting romawi yang dikenal dunia pada masa hidup cicero sang orator ulung, dari masa dia seorang pelajar hingga meraih ambisinya menjadi seorang konsul (jabatan tertinggi di republik romawi ketika itu) sesaat sebelum masa kekuasaan Caesar yang melegenda.

Yang lebih menarik lagi, Novel ini ditulis dengan sudut pandang Tiro, budak yang mejadi sekretaris Cicero yang menciptakan sistem stenografi untuk menangkap kata-kata majikannya yang keluar secepat deru samudera mengguncang peradilan maupun senat.

Tiro diketahui memang pernah menulis tentang cicero meskipun naskah itu kemudian lenyap, dan sebagian besar kejadian dalam novel ini merupakan kejadian yang sungguh-sungguh tercatat dalam sejarah. Hal-hal ini menambah nilai novel ini disamping cara penyampaian dan pilihan frasa yang cerdas.

Pembaca dibawa mengikuti degup jantung Tiro yang menguping rapat konspirasi kelompok Crassus dan Caesar, seakan kita ikut terjepit dalam pilihan sulit Cicero yang disaksikan oleh Tiro, atau ikut merasa jijik melihat Perzinahan Caesar yang tidak sengaja dipergoki oleh Tiro.

Meski Cicero adalah pusat novel ini, tapi Hortensius, quintus, Tiro sendiri, atau therentia istri Cicero, dimainkan dengan begitu cantik sehingga membuat kita dapat merasakan persaingan antara cicero dengan Hortensius, atau cinta yang tegang antara sang tokoh utama dengan istrinya. Tokoh favorit saya adalah Lucius sang adik, yang mati bunuh diri dalam putus asa.

Setelah menyelesaikan Sejarah Dunia Kuno dari Susan W Baeur, novel ini menjadi penghibur yang baik menemani liburan saya sambil mengingat-ingat apa yang ditulis Mrs. Baeur pada masa-masa hidup cicero yang lebih berfokus pada nama-nama yang lebih besar pada masa itu seperti Pompei agung, Spartacus, dan tentu saja Julius Caesar.

Stenografi Tiro mungkin sudah mati sekarang digantikan recorder, tapi sistem peradilan dengan mengajukan saksi dan berganti giliran antara pengacara dan penuntut ala Cicero saat mendakwa Verres masih hidup hingga sekarang. Dua hal lagi yang menjadikan saya merasa harus merekomendasikan novel ini :)

Rabu, 29 Mei 2013

Sejarah Dunia Kuno oleh: Susan Wise Bauer

Mrs. Bauer telah menuangkan sesuatu yang luar biasa dalam buku ini, dari judulnya kau bisa menebak, beliau adalah orang gila yang menurut saya berhasil merangkum sejarah dunia dari kisah-kisah pertama yang dituturkan hingga hancurnya kekaisaran adidaya romawi yang jumawa. Dari Gilgamesh hingga konstatinus. Kisahnya melewati masa yang panjang dan rentang yang begitu luas, dimulai dari assiria, china, mesopotamia, roma, bahkan sungai gangga.

Tanpa istilah dan terminologi ketat sejarah, buku ini ditulis dengan bahasa selayaknya sebuah roman, tanpa mengesampingkan perbedaan-perbedaan tafsiran sejarah. Aturan penulisan sumber walau tidak kentara namun sangat diperhatikan, bukan hal aneh melihat penulisnya adalah seorang pengajar di college of William & Marry di Virginia.

Ada banyak kisah menarik dalam buku ini, pembahasan kisah banjir sejagad dari berbagai kebudayaan dunia, tentang bagaimana peraturan tidak tertulis menjadi tuhan di Sparta, atau pertempuran Leonidas yang heroik. Silih bergantinya penguasa roma, dari si gila caligula hingga si suci Markus Aerolius. Bagaimana alexander dari macedonia memotong simpul-simpul pada kereta perang yang menggenapi ramalan. Atau mungkin kau lebih tertarik ke wilayah timur? Dalam buku ini akan kau jumpai pula kisah-kisah luar biasa dari cina. Confusiusme yang berawal dari rasa putus asa akan perang yang tiada akhir, ketakutan yang akhirnya menciptakan tembok besar cina, anggapan bahwa pedagang adalah parasit yang mengutip untung dari produk orang lain, hingga para kasim yang dikebiri namun mampu menjadi penguasa sesungguhnya dari sebuah negara.

Jika menurutmu itu belum cukup hebat, teruslah membaca, kau akan menjumpai bab-bab kebangkitan hindu dan kritiani. Kau juga akan disajikan kisah tentang raja partia yang menyatakan bahwa dirinya didukung oleh dewa mazda, lalu saya juga baru tahu zarathusra adalah nama dewa kuno yang dipuja para penguasa dari kerajaan kuno. Lalu kita juga akan bertemu mahawira yang melepaskan hak-hak istimewa kelahirannya untuk mengajarkan lima sila : satya, asetya, brachmacharya, apari graha, dan ahimsa. Kita pun akan bertemu siddartha gautama dan lantas kita akan melihat ajarannya yang suci menjadi alat politik para penguasa seperti hal nya kristiani di Roma.

Secara singkat : buku ini luar biasa!

Bagi yang tidak begitu menyukai sejarah, kau bisa menikmati intrik-intrik di dalamnya seperti hal nya saya :) dua buku selanjutnya... Pasangan dari buku pertama ini... sangat ingin saya baca.

Saya tidak bisa berkata bahwa kau akan benar-benar bisa menikmati buku ini seperti menikmati sebuah novel, tapi buku ini jauh lebih tidak membosankan dibanding buku-buku sejarah yang pernah saya baca.

Bila umumnya buku sejarah membahas bagian per bagian dari sebuah peristiwA, buku ini membahas berbagai peristiwa yang dirunut dalam rentang waktu kejadiannya. Loncatan pembahasan secara geografis kadang menjadi sangat membingungkan. Ketika kau kita harus menghentikan pembahasan tentang roma dan melihat apa yang terjadi di Cina pada masa itu, lalu meloncat kembali ke Mesir bukanlah cara yang baik bagi pembaca dengan ingatan yang tidak begitu baik seperti saya. Seringkali, saya harus membalik lagi halaman-halaman sebelumnya agar tidak tersesat pada bab-bab selanjutnya.

882 halaman dalam versi terjemahan bahasa indonesia ini adalah mozaik-mozaik indah yang sangat layak untuk dinikmati.

Sabtu, 16 Maret 2013

Douwes Dekker : sang inspirator revolusi

Ah ternyata Douwes Dekker 3 serangkai bukan multatuli sang penulis max havelar. Guru sejarah smp saya telah salah mengajarkan saya dan saya baru menyadarinya 13 tahun kemudian ckk luar biasa. Call me stupid :)

Berawal dari kesadaran itu saya ambil buku ini dari rak buku di gramedia. Seri buku dari KPG dan tempo, biasanya bagus :)

Buku ini mencoba membedah pribadi sang ernest douwes dekker yang kemudian digelari danudirdja setiabudi oleh Kusno ; murid, teman, sekaligus presiden pertama negara yang sama-sama mereka perjuangkan.

Ernest yang dibesarkan dengan legenda max havelar dari Eduard yang tidak lain adalah saudara kakek nya bagi saya adalah pribadi yang menarik. Bukan hanya karena namanya diabadikan sebagai salah satu jalan di kota bandung tempat ia akhirnya menghembuskan napas terakhir di salah satu rumah di sisi jalan itu, melainkan karena rekam jejak nya. Dia salah satu dari tiga bersaudara yang terjun ke medan perang di negeri yang jauh, memimpin pasukan, dan tertawan di perang Boer demi memenuhi hasrat muda mereka. Dia yang mencintai pendidikan, mendirikan sekolah, mengajar, menulis. Dia yang dikejar-kejar, ditangkap, diasingkan. Dia yang diam-diam kembali ke Indonesia kabur dari kungkungan di Suriname sana. Dia yang mendirikan partai politik inlander pertama di hindia belanda: Indische partij. Dia yang kemudian menjadi pelatih anjing profesional :) Perjalanan yang luar biasa bukan? :)

Sebagian menganggap nya opportunist. Pada akhirnya dia masuk masyumi. Dia juga Menjabat beberapa jabatan penting dekat dengan pusat kekuasaan republik baru ketika itu.

Membaca buku ini, saya membayangkan Ernest sebagai pribadi yang pemberani, yang tidak berlebihan dijuluki si "bangsat" oleh musuh-musuhnya.

Menyelesaikan buku in bearti banyak untuk saya. Tidak hanya meluruskan kebodohan sejarah yang saya imani 13 tahun, lebih dari itu membaca kisah Ernest seperti memberikan tambahan keberanian untuk menjalani hidup :)

Sabtu, 29 Desember 2012

Night Circus by: Erin Morgenstern

"The circus arrives without warning."

Begitu mantra ajaib pertama ketika kita mulai menikmati karya Erin ini. Mantra yang juga menghubungkan benang-benang merah dalam seluruh kisah dan menutup buku yang luar biasa ini.

Beberapa kritikus bilang buku ini setara dengan Harry Potter nya Rowling, saya malah merasa buku ini jauh lebih dalam, indah, dan kaya dari segi kata dan makna. Namun memang tidak mengalir selancar kisah si penyihir cilik di sekolah ajaibnya.

Jika menilik latar belakang si penulis yang seorang seniman kiranya keajaiban yang diciptakan oleh rangkaian kata yang ditulisnya menjadi sedikit dapat dipahami. Tapi membedah pribadi seorang penulis untuk memahami karyanya tentu kesalahan yang bodoh karena kerap mengkerdilkan imajinasi pembaca sendiri. Jadi kita tidak akan membahasnya di sini. Biarlah metode seperti itu diajarkan di ruang-ruang kelas saja.

Kembali ke rangkaian kata-kata itu sendiri, narasinya sangat indah. Sirkus dan fashion merupakan hal yang dielaborasi dengan baik, kedati menurut saya urusan gaun menghabis-habiskan halaman dan kadang membuat jenuh, mungkin hanya karena saya tidak terlalu peduli pada bagian itu :)

Para tokoh terasa benar-benar hidup. erin menjalin benang mistis yang hebat pada setiap karakter dengan sirkus. Chadres sang inisiator, cinta segitiga antara mr. Barris dan kembar Tara-Laine, para pengajar yang semakin kabur eksiatensinya, sang pewaris, survivor, dan satu cinta segitiga lagi pada tokoh utama: celia-marco-isobel, sang pembuat jam, para reveur, semua saling terkoneksi dengan kadar dan kedekatan yang berbeda-beda dengan sirkus itu.

Sirkus itu sendiri dikisahkan dengan baik, kita seakan melihat sirkus itu semakin bertumbuh dalam tiap bagian cerita, menjadi jalingan yang samakin rumit setiap saatnya. Setiap membahas sirkus seolah-olah tenda-tenda hitam putih, kembang api, bau karamel adalah sesuatu yang dekat.

Ah, tulisan ini lebih panjang dari yang saya maksudkan. Singkatnya saya rasa para juri Alex Award tidak salah memilih buku ini sebagai jawara :)

Tokoh favorit saya? Semua :)

Kalau harus memilih?
Si kembar Murray. mereka yang mampu membaca masa lalu dan melihat pertanda pada langit adalah dia yang harus kau kagumi :) terlebih bakat widget untuk menyimpan kenangan dalam botol wewangian, imajinasi yang luar biasa bukan ;)

Sabtu, 22 Desember 2012

The Ring of Solomon by jonathan Stroud

Sekali lagi, satu buku tentang al-jinny, Bartimaeus dari uruk si pemegang tombak gilgamesh.

Stroud menghadirkan kisah tetang solomon yang kisahnya termuat hampir disemua kitab suci. Imaginasi yang luar biasa berpadu dengan kisah-kisah klasik yang sering kita dengar. Ini hal baru yang tidak hadir di ke-tiga buku sebelumnya yang memang mengambil setting Kontemporer.

Solomon, Balqis, dan balatentara jin yang menerbangkan permadani solomon menjadi karakter pendukung yang luar biasa dalam petualangan sang Jin dan Asmira si pembunuh.

Karakter lain dari Solomon yang dimunculkan Stroud memberikan nya kesan lebih manusiawi ketimbang Solomon yang kita dengar kisah-kisah hebat nya.

Pekerjaan Stroud seperti sebelumnya, luar biasa. Penanya terasa sangat tajam di buku ini :)

Minggu, 07 Oktober 2012

A Book of Five Rings (Go Rin No Sho) by: Miyamoto Musashi translated by : victor harris

Di tulis dalam pertapaan di ujung hidupnya tahun 1645. Karya klasik pendekar pedang ini bagi saya adalah ajaran yang melampaui zamannya. Buku pertama : Ground seolah merangkum kebijaksanaan zen dan confusiusme secara sederhana, nilai-nilai umum yang rasanya berlaku sepanjang masa.

Buku kedua : water, memberikan penjelasan tentang teknik bermain pedang yang diformulasikan oleh musashi sendiri.

Buku ke tiga : fire, mengingatkan untuk selalu memperhatikan kondisi dan posisi dalam setiap duel atau perang

Buku ke empat: wind, menegaskan pandangan musashi bahwa akan sulit mengenali diri sendiri tanpa mengenali yang lain. Bagian ini adalah penjelasan mengenai teknik berpedang aliran-aliran pedang lain pada masa itu

Dan buku ke-lima : void, adalah favorit saya. Musashi akhirnya memahami nothingness atau nihilisme, dan dia tidak merasa perlu mendeskripsikannya selain tersirat seperti kata-kata paling banyak tertulis pada keseluruhan kitab go rin no sho : you must research this well.

Sang kensei berhasil menyelesaikan go rin no sho untuk muridnya Teruo di pertapaannya; gua reigendo hanya beberapa minggu sebelum kematiannya. Beliau dimakamkan dengan terhormat dan orang-orang menuliskan kata penutup yang sangat bagus di nisannya : "the grave of the teacher Miyamoto Musashi" sederhana dan seperti itulah Go Rin No Sho mencerminkan dia.

Victor Harris menambahkan banyak catatan kaki dan pembukaan yang amat membantu untuk memahami buku singkat karya musashi ini. Great job victor! It is a really good job!

Jumat, 28 September 2012

Confessions by: Kang Zhengguo

Seperti judul nya buku ini adalah pengakuan yang jujur kepada pembaca dan terutama kepada penulisnya sendiri. Confessions merupakan salah satu buku terbaik tentang china komunis yang pernah aku baca. Gaya penulisan kang yang luwes, sederhana, jujur serta berani membuat siapapun yang membaca buku ini merasa seolah-olah mereka menjalani ceruk-ceruk kisah kang Zhengguo sendiri. Kita dibuat seolah menyaksikan dua orang udik berciuman di tembok cina dan seolah merasakan debar jantung saat dikejar tentara merah atau kecemburuan pada kakak yang selalu lebih dibanggakan atau api hasrat kang mesti fisik nya dibelenggu kerja paksa.

Di sini kita dapat melihat hasil "pekerjaan" Mao dengan revolusi budayanya dari sisi pemilik cina :"rakyat" terlepas dari ideologi dan pandangan "cerdas" lainnya.

Tidak usah banyak bicara lagi, memoir ini luar biasa!

Sabtu, 25 Agustus 2012

Ptolemy's Gate by: Jonathan Stroud

Karakter Kitty menjadi sangat luar biasa menarik dalam buku ini. Bersama kedua tokoh lainnya saling melengkapi secara seimbang seolah-olah berbagi memori menjalin kisah dari awal hingga akhir. Stroud secara luar biasa menghidupkan Ptolemy melalui memori bartimaeus dan pencarian Kitty sang commoner, saling menutupi dan melengkapi meski dari sudut pandang berbeda, idealisme Ptolemy adalah nyawa dari kisah ini bagi saya.

Meskipun tidak serumit dan semegah Kuartet Eragon karya Paolini, secara idealisme, stroud menuliskan konsep kesetaraan dan kebersamaan dengan lebih gamblang ketimbang Paolini yang lebih pesimis dan sarkas lewat pemisahan wilayah kekuasaan antar ras serta pengasingan para naga.

Akhir kisah ditutup dengan baik, tidak seperih Farewell to Arms dari Hemingway namun masih mampu meninggalkan rasa pahit di dinding langit-langit mulutmu setelah membacanya.

Jumat, 24 Agustus 2012

Inheritance by Christopher Paolini

Seri penutup kwartet Yang di awali dengan Eragon, Eldest, kemudian Brisingr.

Paolini mengakhiri pertempuran panjang varden dan kekaisaran di sini, menjawab sebagian besar misteri dan meninggalkan sebagian lainnya.

Sebagai penikmat fiksi sihir, bagi saya dunia sihir yang di ciptakan Paolini lebih dalam dan rumit dilengkapi jalinan perasaan dan interaksi sosial yang luar biasa komplek sehingga imajinasi Paolini demi tanduk kull tidak dapat diragukan. Kompleksitas yang tidak kau temui dalam seri bartimaeus stroud atau seri sang alkemis flamel bersama si kembar legendaris.

Namun entah kenapa, rasanya terlalu banyak keberuntungan yang didapatkan Eragon putra brom dalam buku ke empat ini. Pertempuran final terasa sangat ingin cepat di akhiri. Seolah benak penulisnya sudah tidak lagi kuat menahan tekanan yang datang dari benak fans-fans seperti saya :p

Roran masih idola saya dari awal kisah hingga buku terakhir ini dan sekarang bersama dengan Nasuada. Entah dengan tujuan apa, Paolini menghidupkan karakter perempuan misterius yang membantu Roran saat perang besar dan segera menenggelamkannya lagi tanpa penjelasan apapun.

Dan mengutip kata terakhir dari penutup Paolini: "aku sudah mengucapkan apa yang harus diucapkan. Sisanya hanya keheningan"

Seri fiksi yang luar biasa, kiranya bintang-bintang menjagamu

Sabtu, 18 Agustus 2012

A farewell to Arms by Ernest Hemingway

It was took so long to finish this book. Bahasa inggris saya yang tidak begitu baik jadi kendala besar menikmati buku ini. Tapi sebanding dengan apa yang saya dapatkan, Hemingway menyuguhkan drama yang sangat menyentuh melalui buku yang ditulisnya melalui "sedikit banyak" pengalamannya dalam pertempuran.

Kisah cinta Henry "Tenente" dan Catherine dengan latar belakang perang melawan Jerman dan Austria ditulis dengan detail tempat dan narasi deskriptif yang mengagumkan.

Pembaca dibawa berdebar-debar melintasi Udine yang dikuasai musuh atau menyeberangi danau hingga melewati monte Tamara dengan sembunyi-sembunyi menghindari mata guardia di finanza.

Pembaca dibawa merona bersemu lewat percakapan romantis mereka saat melalui malam-malam indah di Milan dan Menarik napas lega saat kedua sejoli mencapai Swiss serta monolog sunyi henry di lorong rumah sakit sebelum pembaca kembali dihantam dengan akhir yang tragis, mungkin seperih kenangan penulisnya tentang perang.

Buku ini bukan sebuah novel khusus dengan slogan anti perang yang kentara. Secara umum naskah ini adalah roman cantik, tidak picisan, dan memberi isyarat bagaimana perang membawa luka dan kesulitan namun tidak menapik juga sedikit keberuntungan dan kesenangan di dalamnya melalui berbagai sudut pandang.

Karya klasik, yang sangat bodoh untuk dilewatkan oleh generasi sekarang :p

Sabtu, 11 Agustus 2012

Steve Jobs by : Walter Isaacson

Yeah, you are right. Buku ini tentang si jenius di balik Ipad dan Iphone, tokoh yang sama di belakang hadirnya machintos dan komputer mac serta perusahaan raksasa Apple.

Isaacson menuliskan biografi ini atas permintaan jobs yang sekarat karena penyakitnya. Buku ini boleh dianggap satu-satunya buku yang "cukup" mewakili jobs untuk menyampaikan bagaimana dia dan pemikirannya kepada dunia.

Jobs, tentu bukanlah orang yang masih perlu popularitas (saya rasa dia manusia terpopuler abad ini), terlebih dia sendiri menyadari kemungkinan besar dia tidak akan ada lagi pada saat buku ini diterbitkan, dan seperti itulah kenyataan yang terjadi. Bagi saya, buku ini lebih seperti sarana kontemplasi jobs dengan merunut dan mengingat kembali perjalanan hidupnya dan menceritakannya pada Isaacson yang kemudian melakukan konfirmasi terhadap sumber-sumber terkait dalam cerita Jobs. Kadangkala kau akan menemukan cerita Jobs diamini oleh pihak lain yang terlibat dan kadangkala disangkal keras oleh narasumber, dan Isaacson menuliskan kedua sisi ini dengan baik. Disorientasi personal Jobs yang terkenal sangat kentara dalam buku ini dan karena itu saya berani menyatakan buku ini cukup mewakili dia. Steve Paul Jobs mewariskan kisahnya pada kita melalui pena tajam Walter Isaacson.

Kamis, 09 Agustus 2012

Golem's eyes

Buku kedua trilogi bartimaeus. Tiga tokoh utama bergantian menjadi sudut pandang cerita. Namun menurut saya, sudut pada kitty tidak semenarik cara stroud membawakan nathaniel dan bartimaeus. Emosi kitty kurang menyentuh saya. Namun dari sisi komplikasi cerita dan alur memang sangat terasa jauh lebih rumit dari buku pertama. Pengetahuan stroud tentang cerita sihir menciptakan nuansa mistis yang sangat bagus. Atmosfer magis terasa dalam setiap kalimat yang ditulisnya. Perubahan karakter Nathaniel, emosi bartimaeus, dan misteri perjuangan kitty dibuka di sini. Konflik vertikal antara commoner dan penyihir serta persaingan dan perebutan kekuasaan antar penyihir terasa sangat natural dalam buku ini. Pembaca di bawa dalam justifikasi dan perang kebatinan masing-masing tokohnya.

Terlepas dari sudut pandang kitty, buku ini masih menyajikan cerita yang mendebarkan. Luar biasa.

Kamis, 26 Juli 2012

The bartimaeus trilogy : The Amulet of Samarkand

Jonathan stroud menulisnya dengan gaya yang sangat bagus. Karakter bartimaeus dan Nathaniel secara bergantian menjadi penutur kisah yang luar biasa. Stroud sendiri sangat pandai memainkan kedua karakter ini.

Tidak seperti gaya Hemingway dalam farewell to the arms nya, sifat kedua tokoh ini di ekspos dengan jelas. Intrik antara master dan budak disusun secara natural.

Buku pertama menyisakan banyak misteri pada konspirasi tingkat tinggi yang digagalkan oleh Nathaniel. Kejeniusan Nathaniel dan Bartimaeus terkesan agak muluk. Tapi tidak dapat disangkal buku ini adalah pembukaan yang luar biasa untuk sebuah trilogi dunia sihir.

Bravo! I will read another books and wait whatever come from Jonathan Stroud in future.