Halaman

Rabu, 29 Februari 2012

Pictures always say more than a thousand words

Ketika akhirnya saya menyadari betapa kabel dan sore serta applikasi pengolahan gambar digital adalah karya-karya luar biasa di sekitar saya.

Selasa, 21 Februari 2012

Menertawakan hidup

Dalam satu moment yang semakin jarang aku lakukan -online di Facebook-
kau hadir menyapa lewat akun barumu hehehehe....

Berbasa-basi sejenak, kau tanyakan kabar aku bersama istri, akupun
sebaliknya. Kita bertukar kabar lewat dunia ajaib itu.

Masih belum begitu lama rasanya, aku mengingat moment ketika kita
bertiga masih sama-sama mahasiswa perantauan di kota itu. Uang adalah
sesuatu yang sangat jarang kita miliki, namun dengan bijak kau membagi
20ribu uang terakhir yang kau miliki untuk kita berdua sebelum saudara
yang satu lagi datang memberi kita pinjaman. Rasanya sulit untuk
melupakan 10ribu rupiah yang akhirnya menjadi ongkos pulang dan
seporsi makan malam yang paling aku syukuri itu.

Aku tidak begitu pandai bergaul, temanku tidak banyak, boleh dibilang
aku dengan sengaja membatasi diri dalam bergaul. Dari sedikit teman
yang aku punya, mungkin kalian adalah orang yang ingin aku jaga agar
dekat di hati :).

Tapi jalan langit menggariskan banyak batas di antara kita. Sekali
waktu aku membuatmu kecewa dan kau pantas kecewa untuk itu, aku akui.
Lalu setelah badai berlalu di antara kita rentang jarak menjadi
pemisah selanjutnya disusul pekerjaan dan jalan hidup yang kita pilih
masing-masing.

Sekarang 10 ribu rupiah mungkin tidak bearti apa-apa untuk kita
bertiga, tapi kita pernah tahu bahwa pada suatu ketika dia pernah
menjadi simbol yang menyatukan banyak hal di antara kita.

Senang mendengar kau pun sudah berkeluarga, istri yang baik, hidup
yang nyaman persis mimpi2 mu ketika itu. Saudara kita yang satu lagi
juga sudah mapan,mengendarai mobilnya yang cukup mewah, kerja yang
bonafid dan sudah bisa pacaran sekarang :) seperti apa yang sering
kita doakan untuk dia ketika itu. Aku terperangkap dalam dialektika
pemahaman dan perjalanan akademik yang panjang, belum selesai tapi aku
menuju arah yang dulu harapannya sering ku bagi bersama kalian :)

Permainan masih belum berakhir, kita masih berjalan di atas roda
kehidupan, setting panggung masih sangat mungkin berubah, dinamika
masih terus berlanjut. Di sini kita sekarang, menertawakan perjalanan
kita saat itu, menikmati getir dan manis yang pernah kita jalani.

Terpujilah hidup yang sering kita tertawakan, bahagialah kita yang
sering tertawa bersamanya, bahagialah kalian bersama doa dan
harapankanku :-)

-----------———---------------------------------------------------------
If you think that you have many Friends in your life, just think again :)

---we are in never ending study----

Kamis, 09 Februari 2012

Melihat, Memperhatikan, Memahami

Shinmen Takezo putra Munisai atau lebih dikenal dengan nama Miyamoto Musashi seorang pedekar pedang ternama yang hidup pada awal abad 16 di Jepang adalah salah satu karakter yang boleh dibilang sangat ingin saya ikuti punggungnya. Bukan hanya karena pedang dan duel-duel mautnya yang terkenal, tapi kegigihan, determinasi, kecerdasan dan pada akhirnya kebijakannya yang lahir dari itu semua.

Buku tentang Musashi yang paling saya suka adalah karangan Eiji yoshikawa, walau sangat ingin tapi sampai sekarang saya belum sempat membaca The Lone Samurai karangan William Scoot Wilson. Yoshikawa menggambarkan bahwa Musashi adalah Dia yang selalu bertarung, suka menulis, pandai melukis, bisa membuat patung, membangun kota, berperang dan mengajar. Bagi saya dia terlihat seperti gabungan seorang prajurit yang sangat-sangat tangguh, peneliti yang sangat-sangat cerdas, seniman yang jenius dan filsuf yang sangat bijak. Beliau tidak pernah tercatat memiliki guru secara formal, dia hidup mengembara di masa mudanya, teknik pedangnya dikembangkan dalam duel antara hidup dan mati, alam mengajarkannya kecintaan dan seni lahir dari kecintaannya (dia terkenal dengan lukisan burungnya).

Kadang saya berpikir bagaimana orang sehebat itu bisa ada, bagaimana dia mempelajari, dan berkesempatan mengecap semua pengalaman luar biasa itu? bagaimana dia mampu membayar semua konsekuensi atas perjalanan hidup yang kemudian menjadi legenda karena kehebatannya?

Musashi berduel tidak hanya dengan insting dan kemampuan fisiknya, tetapi juga dengan hati dan segenap kecerdasannya. Kisahnya mengalahkan seratus anggota dojo yoshioka seorang diri dengan segenap keberanian, pedang yang cepat, dan taktik yang luar biasa : mengejutkan musuh-musuhnya dengan hadir lebih dulu. atau ketika dia mengalahkan dewa pedang sakaki kojiro dengan datang terlambat hingga kemarahan merenggut kecerdasan kojiro dan akhirnya menghilangkan nyawanya di tangan musashi. Begitu juga cara dia datang dan pergi melalui laut untuk menghidari kemarahan pendukung Kojiro yang ingin membalaskan dendam.

Dia Musashi, akan melihat lawannya, dia akan memperhatikan sifat, kebiasaan, dan gerak, dan ritme lawannya, akhirnya dia memahami mereka dan merenggut kemenangan demi kemenangan.

Dia musashi, yang melihat dirinya sendiri, dia memperhatikan geraknya, cara hidupnya, dan gejolak rasanya sendiri, dan kebijaksanaan datang pada mereka yang akhirnya memahami dirinya sendiri.

Musashi adalah seorang pendekar namun melihat dan memperhatikan serta menapaki jalan seni, zen, dan hal-hal lain yang dilakukannya disamping bertarung, dia mengembangkan teknik pedangnya, menajamkan rasa, menggapai pemahamannya.

dia yang mengenal zaman lah yang akan berkata :
"Respect Buddha and gods without counting on their help"

Pendekar sejatilah yang akan mengatakan :
"There are many ways: Confucianism, Buddhism, the ways of elegance, rice-planting, or dance; these things are not to be found in the way of the warrior"

Dia yang melihat seharusnya bisa memperhatikan dan dengan itu kita memahami.
Begitulah pemahaman saya tentang Musashi dan jalan hidupnya.

---------------------------------
Ada pintu otomatis baru sebelum pintu lift di gedung kantor saya yang harus dilewati dengan pass card elektonik. begitu terpakunya pada teknologi saya tidak sadar celahnya sebenarnya cukup lebar untuk dimasuki. dia yang melihat, namun tidak memperhatikan tidak akan pernah memperoleh pemahaman.

Saya bekerja keras memikirkan metode sampling variabel simulasi monte carlo untuk jarak,sudut, kedalam yang ternyata hanya mempengaruhi satu variabel saja dalam simulasi yaitu (JARAK!) ; Dia yang melihat, tanpa memperhatikan, akan melakukan banyak hal yang sia-sia dan dia yang "tidak mau" memahami akan terus melakukan kesia-siaan :)

--ceracau saat kacau

Selasa, 17 Januari 2012

Dunia kita....

Malam itu aku nyaris sendiri, menikmati lampu kota di tengah lelah dengan rutinitas yang biasa. Angin malam tidak menembus kaca kantor kami yang tebal, suaramu hanya sayup-sayup menjangkau aku bersama hatiku.

Katamu kau sedang sendiri kawan, pacarmu jauh dan pada akhirnya meninggalkanmu dengan luka lebar yang menganga. begitu juga jalan langit menjauhkan mu dari laboratorium yang kau cintai, dari ibu yang begitu kau sayangi. katamu kau perlu aku, seperti dulu, sekedar duduk, mengecap kopi, menghisap rokok dan bersenandung bersamamu.

tenanglah kawan, kuat-kuatkanlah hati. begitulah dunia kita, di dalam badai, di pusaran jiwa-jiwa.... dan bukankah dengan demikian hidup menjadi berwarna, aku teringat pepatah lama ; bahwa waktu akan menyembuhkan semua luka, percayalah :-)

Kamis, 01 Desember 2011

Next

Akhirnya besok harus melewati lagi fase selanjutnya di putaran waktu yang masih tak kenal ampun seperti dulu :)

I'm getting merried! Wow... Can you imagine that :D

And I will not be lone ranger anymore but two hehehe

Sometime, rasa takut itu datang. Apa perempuan ini akan bersama geloramu yang membara, atau dia akan menjadi air yang memadamkan apimu?

Aku masih semerah dulu meski tak menggelegak seganas neraka, akankah fase ini membunuh mimpi-mimpi dan menggantikannya dengan mimpi-mimpi baru, atau bahkan membuat kita tidak akan mampu lagi bermimpi karena diteror realita dan segala keterbatasan yang ada?

Aku mencintaimu perempuanku, untuk itu telah kuserahkan separuh hatiku dan kini segenap hidupku untuk bersamamu.

Akankah kemudian kita menjadi lebih sibuk memikirkan mobil, rumah, uang ketimbang belajar, bercinta, mencintai, memberi dan berbakti?

Kita tidak pernah tahu seperti apa jalanan di depan sana, perkuat genggaman mu sayang, peluk aku.

Aku percaya kau akan bersamaku menghadapi badai apapun setelah ini. Dan aku hanya mampu berjanji mencintaimu segenap hati dengan seluruh jiwa raga hingga dipisahkan maut. (Dan tidak akan berpoligami dengan alasan apapun tentu saja hehehehe)

Ingatkan aku saat memandang sinis pengemis yang lewat atau tidak berempati pada bapak penjual sapu di simpang jalan itu. Hal-hal sederhana yang begitu aku kagumi darimu :)

Peluk cium untukmu, bismillah mari melangkah :)
regards

-M Haikal Sedayo
http://rescogitan.com

Kamis, 17 November 2011

Cincin

di jarimu kusematkan lingkar cinta, polos tanpa aksen rupa-rupa
di hatiku kau talikan jangkar, hingga terikat sudah segala rasa berpulang padamu.

Ini kupilihkan sebuah lambang untukmu, percayalah; kesederhanaan membuat kita lebih mensyukuri cinta.

kupasangkan di jari manismu, di sebelah kelingking yang diam-diam bergetar
di hadapan aku yang diam-diam luruh :)

Rabu, 09 November 2011

Renungan tentang kematian sebelum ulang tahun

Hampir 27 tahun sudah, mungkin sudah sepertiga usia atau bisa jadi lebih pendek lagi, tentu bukan kita yang tahu. Akupun ingin hidup seribu tahun seperti chairil anwar, tapi kematian bukanlah lawan yang bisa benar-benar kau tipu seperti dalam dongeng-dongeng yunani.